Minggu, 13 September 2009

Ragam Khasiat Tapak Liman




Namun, ada juga yang memanfaatkannya dalam bentuk tunggal, yaitu berupa kapsul berisi simplisia tanaman tapak liman. Khasiatnya cukup beragam, tapi umumnya dimanfaatkan untuk menyembuhkan hepatitis, anemia, keputihan, beri-beri, dan pemacu gairah seksual di Asia Tenggara bagian utara.

Dari Radang Hingga Hepatitis
Tapak liman (Elephantopus scaber) dikenal sebagai tanaman liar yang mudah dijumpai di tegalan, lereng pegunungan, atau di bantaran kali. Sifatnya yang mudah tumbuh menjadikan tumbuhan bersosok tegak dan berdaun hijau tua dengan tepi bergelombang ini bisa dibudidayakan sampai ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut (dpl).
Seluruh bagian tanaman ini, yakni daun, akar, dan batang tanaman dapat digunakan sebagai obat tradisional. Salah satunya sebagai pemacu gairah seksual sehingga tanaman ini dikenal dengan sebutan Viagra Jawa. Pasalnya, tanaman ini mengandung senyawa stigmaterol yang membentuk hormon progesteron, hormon pemacu gairah.
Di samping sebagai pembangkit gairah, tanaman ini juga berkhasiat untuk melancarkan air seni, melancarkan peredaran darah, menyembuhkan berbagai jenis radang (termasuk radang rahim alias keputihan), antianemia, pembersih darah, antikanker, mengatasi perut kembung, beri-beri, disentri, digigit ular, batuk seratus hari, hingga hepatitis.

Menurut farmakologi China, tapak liman yang mempunyai rasa pahit, pedas, dan menyejukkan ini berkhasiat sebagai penurun panas antibiotika, anti radang, peluruh air seni, menghilangkan pembengkakan serta menetralkan racun.
Daun tapak liman mengandung epifrielinol, lupeol, stiqmasterol, triacontan-l-ol, dotriacontan-l-ol, lupeol acetat, deoxyelephantopin, danisodeozyelephantopin, sedangkan di bagian bunganya terdapat kandungan luteolin-7-glucoside. Senyawadeoxyelephantopin inilah yang merupakan senyawa antitumor, penghilang radang akibat bakteri, antibiotik terhadap bakteri Staphylococcus, penyebab keputihan.
Tunggal atau Dicampur
Secara tradisional, tanaman ini digunakan dalam bentuk segar dan kering (simplisia). Setelah dibersihkan, tapak liman segar cukup direbus dan dicampur dengan bahan tertentu untuk mendapatkan khasiatnya.

Penggunaan simplisia tanaman ini juga tidak berbeda jauh dengan bentuk segarnya, “Simplisia tapak liman digunakan dengan cara diseduh bersama bahan campuran jamu lain,” ujar Ririn, penjual herbal di Toko Akar Sari, Solo, Jateng, yang menyediakan simplisia tapak liman seharga Rp2.000/100 gram.
Terkait dengan penyajiannya, hal senada diungkapkan oleh Awal Kusuma Dewi, Ketua Laboratorium Badan Penelitian Tanaman Obat (BPTO) Tawangwangu, Sukoharjo, “Pada umumnya tapak liman tidak digunakan secara tunggal, melainkan dicampur dengan bahan jamu lainnya.”

Ia juga menambahkan, tapak liman biasanya digunakan untuk diuresis pada proses terapi penderita diabetes, peluruh air seni (memperlancar air seni), dan antimikroba.
Meskipun demikian, saat ini tapak liman dalam bentuk kapsul juga sudah beredar di pasaran. Salah satu produsennya adalah CV Indoglobal Biz yang berpusat di Malang, Jatim. “Tapak liman merupakan satu dari 40 jenis kapsul herba yang kami produksi,” ujar Yuli, manajer pemasaran CV Indoglobal Biz.
Kapsul yang berisi 100% tapak liman dijual dengan harga Rp33.000/50 kapsul, 500 mg/kapsul. Masih menurut Yuli, kapsul tapak liman banyak dimanfaatkan oleh penggunanya, antara lain untuk memacu gairah seksual, pereda demam, antiradang, antibiotik, peluruh dahak, dan penawar racun. Dengan campuran bahan lain, tapak liman berguna pula sebagai pelembut kulit (lotion).
- 2 Januari 2007

Sumber:
Ike Diah P./Enny Purbani T.
14 September 2009

Sumber Gambar:

1 komentar: